Gula pasir rafinasi merupakan gula yang telah melalui proses pengolahan dan pemurnian dari gula kristal biasa. Kata rafinasi berarti penyulingan atau pembersihan kembali, karena proses penyulingan kembali yang sangat ketat.

Maka hasil produk gula yang dihasilkan memiliki tingkat kemurnian tinggi. Lantas, apakah benar gula rafinasi berbahaya bagi kesehatan? Simak informasi berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut.

  1. Bukan untuk Konsumsi Harian

Sejatinya gula rafinasi diproduksi untuk digunakan sebagai bahan baku industri, jadi bukan untuk konsumsi harian masyarakat. Meskipun memiliki tingkat kemurnian yang tinggi dibanding gula pasir biasa, namun pemerintah melarang penggunaan gula rafinasi sebagai konsumsi harian masyarakat.

  1. Hasil Gula Rafinasi Lebih Halus

Karena telah melewati proses pemurnian yang ketat, maka hasil butiran kristal gula ini lebih halus dan lembut. Wajar saja jika industri makanan, minuman hingga farmasi lebih memilih gula rafinasi untuk bahan baku.

  1. Digunakan Secara Umum di Industri

Gula rafinasi lazim digunakan sebagai bahan baku industri, karena tingkat kemurnian tinggi sehingga akan lebih efektif. Hal ini karena rasa manis yang dihasilkan gula ini lebih tinggi, selain itu warna yang jernih juga tidak akan mengganggu hasil akhir dari produk yang dikembangkan.

  1. Memiliki Tingkat Kemurnian Tinggi

Sebagai akibat dari beragam proses pemurnian yang dilalui, maka gula rafinasi memiliki kadar kemurnian tinggi. Gula pasir rafinasi memiliki kadar ICUMSA 45 jauh di atas gula pasir biasa yang memiliki kadar ICUMSA 100-150.

  1. Dilarang untuk Dijual Bebas di Pasaran

Pemerintah menerbitkan aturan yang melarang gula rafinasi untuk diedarkan sebagai konsumsi masyarakat. Gula rafinasi penggunaanya sangat terbatas untuk kebutuhan industri saja. Hal ini karena jika dikonsumsi terus menerus dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko obesitas dan hiperglikemia.

  1. Akibat Konsumsi Gula Rafinasi Berlebihan

Dampak bisa yang ditimbulkan oleh konsumsi gula rafinasi berlebihan ada beberapa macam, antara lain adalah mempercepat penambahan berat badan, memicu hipoglikemia atau kelebihan kadar gula dalam darah, hingga meningkatkan resiko diabetes tipe 2. Namun selama masih dalam batas wajar, gula ini cukup aman dikonsumsi.

Jadi, konsumsi gula pasir rafinasi akan membawa pengaruh buruk jika dikonsumsi secara berlebihan. Gula jenis ini akan tetap aman jika dikonsumsi dibawah ambang batas yang ditentukan.

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.